Cari Blog Ini

Jumat, 07 Maret 2014

Bukan Lelaki Yang Aku Kenal

Semenjak libur semester, aku mulai sibuk PKL dan kamu masih dengan duniamu, sibuk kerja bahkan lebih sering lembur. Aku baru sadar ternyata dunia kerja memang membuat kita dengan kesibukan baru sangat memungkinkan komunikasi dengan beberapa orang terdekat menjadi renggang. Iya, ini salah satu penyebab rusaknya sebuah hubungan. Kadang aku merasa aneh dengan diriku, aku yang egois, aku yang cepat marah dan aku yang kekanak-kanakan. Mungkinkah semua ini alasanmu untuk berubah? Ataukah ada sosok lain yang bisa membuatmu lebih nyaman dibanding bersamaku? Semoga tidak.

Kenapa kamu lebih sering menghilang, tanpa kabar, dan aku melemah. Senyum kamu, nasehat kamu, canda kamu, aku benar2 merindukannya. Bukan tanpa alasan aku seperti ini, kamu berbeda. Sampai kapan kamu akan seperti ini? jarang bales bbm, lebih sering bilang "aku masih sibuk, nanti malem aku telfon ya".


Dari kamu dulu yang slalu sabar dengan sikapku, kamu yang begitu perhatian, slalu menyempatkan untuk bertemu disela-sela kesibukan kamu sampai kamu sekarang yang jarang ngasih kabar, buat ketemu pun kalo bukan gara2 aku bener2 minta itupun kamu gak bisa. Kamu tau kenangan sulit dilupakan? makannya aku lebih milih untuk bertahan, dengan apapun yang aku lakukan untuk bertahan semoga semua itu bukan sekedar untuk menunda kehilangan.


Ini aku yang terlalu lelah dengan sikapmu, dan entah apa yang membuatmu masih inginkan hubungan ini bertahan. Kamu aneh.


Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kamu menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya.. :')

Minggu, 23 Februari 2014

Yaa !!! Aku, Kamu dan Rasa Ini.

Karena aku sudah terlanjur mencintaimu, seperti rahim yang tak mungkin menelan lagi anaknya. Sekalipun laba-laba telah membangun sarangnya dalam hatimu, sesungguhnya aku tidak ingin keluar atau biarlah didalamnya aku disekap! Dengan nafas yang terengah-engah, teriring isak yang tersandung-sandung ditenggorokan, inilah aku yang betapa ingin membangkitkan yang tergeletak. Mungkin ini garis terberat aku mencintaimu. Ada baiknya aku memohon ampun, mengakui kelemahan, menjunjung tinggi belas kasihan dan tidak lupa berterimakasih. Sayang, aku tidak hanya ingin sekedar ada, tetapi siap dan lagi bisa. Bila lengah mata melihat atau lelah pundak memikul, ketahuilah langkahku tetaplah engkau! Aku ingin terlempar untuk membentur bola matamu, lalu terus menggelinding di atas tiap esokmu. Bagiku, wajah yang dipukul telak masih lebih ringan daripada tidak dipeluk kamu disaat-saat seperti ini. Karena tidak dicintaimu adalah sesuatu yang baru, yang membuatku merasa asing di antara segala hati yang membuka pintunya. Di dalam tubuhku, di dalam hidupku, kaulah darahku, alasan degup jantungku! Kini aku merasa bahwa hatimu telah menelanku hidup-hidup. Apakah aku melantur? TIDAK. Aku hanya takut menjadi bangkai di dalam hatimu. Itu saja.

Selamat Pagi...

Pagi ini aku seperti sehelai daun yang disentuh embun. Namun lebih dari itu,akulah yang cinta bumi dan juga kamu. Aku telah banyak melihat orang-orang yang pandai melukis pagi dengan baik, tetapi sekarang, pagi itu sendiri yang melukis KAMU...

DRAF~~

“Ternyata cinta adalah sesuatu yang harus aku tanyakan kepada Tuhan,agar tidak karena mencintaimu aku menjadi bodoh,bebal dan mengandalkan diri sendiri.Maka bila akhirnya Tuhan menghendakimu,biarlah itu karena aku sudah bertanya kepada Tuhan” 

Jumat, 21 Februari 2014

Aku Bertahan

Sayang, aku lelah :(
Jangan genggam aku terlalu lemah, aku bukan wanita yang pandai bertahan. Aku juga tak ingin pergi karena aku tau kehilangan akan lebih menyakitkan dibanding aku harus bertahan.

Senin, 17 Februari 2014

Kepergianku

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Cepat atau lambat pepatah ini akan terjadi pada siapapun, termasuk aku.
Iya, tentu saja ada airmata, tentu saja ada semilir duka.
Tapi aku percaya semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja.
Aku juga manusia biasa, punya rasa rindu yang menggebu.
Aku rindu menjadi diriku sendiri, aku yang utuh.
Aku yang ku kenali, aku yang ku inginkan.
Memang semua tak lagi sama, tapi percayalah, ini yang terbaik.
Jangan ada benci apalagi caci, kita telah dewasa.
Bukankah dewasa berarti siap melupakan juga merelakan.
Kita masih bisa bertemu dalam nyata atau dalam doa.
Kita masih bisa saling membahagiakan.
Dalam peluk, dalam tawa, manis.
Ini bukan kepergian, kita hanya sama-sama ingin meraih tujuan.
Tolong, tolong jangan anggap ini perpisahan.
Hanya raga kita yang terpisah, tapi hati ini masih saling bertautan.
Tubuhku memang tak lagi bersama kalian.
Tapi, izinkan aku menyelamatkan hati.
Agar perbedaan ini tak jadi bumeranguntuk saling menyakiti.
Aku pergi karena aku ingin menjadi yang aku ingini.

Jumat, 24 Januari 2014

Sebut saja dia "Senja"

Kehadiranmu hanya berlangsung sekejap dalam anganku..
Di sini aku menantimu,..Senja
Berharap kau menemaniku hingga nanti..
Bercengkrama bersamamu menikmati rindu…. cukup indah
Rindu yang tak lama akan sirna kau bawa pergi..
Mungkin kau lupa, pernah bercerita kepadaku
“Aku membawa rindumu untuk kusimpan dalam malam”
Kau menyimpan ribuan rinduku dalam sunyi..
Aku harus menanti sekian lama untuk melihatmu kembali..
Walau hanya satu kali rotasi bumi,
Aku tak cukup kuasa menahannya..
Bagai satu abad perasaan ini terpenjara..
Kau tak pernah mengerti, atau aku yang tak mau mengerti tentangmu..
Aku tak mampu menafsirkan mengapa dan bagaimana caramu meninggalkanku..
Kau hanya meninggalkan bulan untukku..
Sebagai pengganti dirimu selama aku terisak dalam sendu
Senja…..
Kau datang dengan indah, mempesonakan jiwaku atas parasmu
Lalu, matahari seraya menggandengmu pergi,
Membuatmu hilang perlahan membawa rindu,
Kini, bulan yang berganti menemaniku..
Usailah, rinduku lenyap kau bawa pergi..